Senin, 19 Februari 2018

Titik Balik Kehidupan

Adakah yang lebih menakutkan dari suatu perpisahan ?
Iya . Perpisahan adalah hal yang sangat menakutkan untuk aku bayangkan .
Terlebih bila berkaitan dengan perihal kematian .
Kematian adalah peristiwa / kejadian yang akan mengubah keadaan kita 360 derajat .
Dunia kita akan jungkir balik , dari terang menjadi gelap , dari ramai menjadi sendiri , dari kebahagiaan menjadi ketakutan .
Aku selalu bertanya , kenapa aku menyimpulkan perpisahan dan kematian sebagai hal yang sangat mengerikan.
Kini aku telah menemukan jawabannya .
Aku tidak dalam keadaan ikhlas menjadikan diriku sebagai hamba Allah . Sehingga aku mengkufuri segala nikmat-Nya , aku mencintai gemerlap dunia yang dititipkan-Nya. Padahal aku tahu , dunia dan seisinya bisa aku miliki hanya dengan menuruti segala perintah rabbku .
Tapi kekufuran telah memakan diriku sampai habis , aku mengetahui kesalahan namun enggan untuk beranjak . Aku telah dirantai oleh kemaksiatan dan aku merasa nyaman berada didalamnya.
Hingga suatu saat , Allah memberi peringatan langsung kepadaku .
Kehidupanku berubah , aku tidak merasa nyaman dengan dunia yang sudah aku jalani dari kecil . Aku mencari Rabbku , aku mencari ketenangan bersama agamaku yang mencintai perdamaian . Aku kembali ke fitrahku sebagai muslimah . Aku kembali menegakkan shalat yang telah aku tinggalkan sejak akil baligh . Yaa Rabb , apa yang sudah aku lakukan selama ini ?. Apa arti ilmu agamaku yang selalu aku banggakan setiap nilainya . Aku hanya menguasai materi , aku sama sekali tidak menerapkannya didalam kehidupanku . Aku terbangun dari ekspektasiku tentang indahnya dunia , aku terbangun setelah kenikmatan dunia menjadi bumerang didalam hidupku.
Apa yang harus aku lakukan ?
Menyesal ? Kenapa baru sekarang ?
Tidak . Aku tidak pantas menyalahkan Rabbku atas keterlambatanku untuk mengenal kembali agamaku ini . Setiap kejadian yang aku alami sudah tertulis di Lauhul Mahfudz . Kembalinya aku ke jalan ini adalah bagian dari takdir yang sudah Allah tentukan , dibantu dengan do'a orang-orang baik yang senantiasa menanti perubahanku .
Terimakasih , Alhamdulillah.
Kata-kata apalagi yang pantas aku ucapkan selain kalimat syukur .
Aku berada di jalan ini karena Allah memilihku , karena do'a orang yang menyayangiku dan dengan malu aku katakan , juga karena aku memiliki keinginan untuk berhenti dari segala maksiat yang pernah aku lakukan .
Seperti Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Surah Ar-Ra'd (13:11) yang berbunyi :
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
Aku percaya pada ayat-ayat Allah . Meskipun bagi sebagian orang ini hanya Ayat Al-Qur'an , bagian dari isi kitab suci agama Islam . Tapi bagiku ini adalah perkataan dari Rabbku , yang secara langsung Dia katakan kepadaku . Rabbku menawarkan kebaikan kepadaku , Dia akan merubah nasibku jika aku mau berubah. Lalu apa yang harus kutunggu ? Rajaku sendiri yang mengatakan hal itu kepadaku . Sudah cukup aku menjadi hamba bodoh yang mempertuhankan kesenangan duniawi . Kini aku ingin mendapatkan hal yang lebih dari sekedar dunia.
Iya itu Surga . Tempat terbaik yang diperuntukkan Rabbku bagi hamba-hamba-Nya yang taat dan selalu mensyukuri segala nikmatnya.
#iniceritaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

31 Agustus 2018

Aku sudah merasakan sakitnya ketika berharap lebih pada manusia. Bahkan tanpa tahu malu, aku cemburu pada seseorang yang bukan milikku. Ra...