Rabu, 21 Februari 2018

Aspartam 2014



16 April 2017 .
Momen paling indah yang selalu berputar diingatan.
Banyak cerita manis yang terjadi .
Pengalaman seru yang tak akan mudah untuk dilupakan .
Berawal dari Bandara Soepadio Pontianak , kami berjalan untuk mengukir sejarah yang akan selalu kami ingat sampai tua nanti.
Susah senang yang kami alami bersama menjadi bukti betapa hebatnya ketika kami semua bersatu.
Meskipun banyak kendala yang kami hadapi , tapi rasa persaudaraan menguatkan tekad kami .
Kami berhasil menyelesaikan misi yang telah disiapkan tanpa kekurangan satu apapun . 
Kami berhasil menunjukkan kekompakan Aspartam 2014 sebagai satu keluarga.
Dan sekarang , perjalanan ini tinggallah sebuah kenangan.
Setiap anggota keluarga kami sudah beranjak untuk memulai perjalanan individu .
Demi title S.Farm yang menjadi tujuan utama kami berada disini.
Tapi inilah sebuah keluarga , kami sedang berjuang untuk merayakan keberhasilan ini bersama keluarga kami ,
Aspartam 2014.
Mari bertemu di Puncak Perayaan Kelulusan Aspartam 2014.
Dan mari kembali menjadi keluarga yang manisnya tak pernah terlupakan.

Senin, 19 Februari 2018

Titik Balik Kehidupan

Adakah yang lebih menakutkan dari suatu perpisahan ?
Iya . Perpisahan adalah hal yang sangat menakutkan untuk aku bayangkan .
Terlebih bila berkaitan dengan perihal kematian .
Kematian adalah peristiwa / kejadian yang akan mengubah keadaan kita 360 derajat .
Dunia kita akan jungkir balik , dari terang menjadi gelap , dari ramai menjadi sendiri , dari kebahagiaan menjadi ketakutan .
Aku selalu bertanya , kenapa aku menyimpulkan perpisahan dan kematian sebagai hal yang sangat mengerikan.
Kini aku telah menemukan jawabannya .
Aku tidak dalam keadaan ikhlas menjadikan diriku sebagai hamba Allah . Sehingga aku mengkufuri segala nikmat-Nya , aku mencintai gemerlap dunia yang dititipkan-Nya. Padahal aku tahu , dunia dan seisinya bisa aku miliki hanya dengan menuruti segala perintah rabbku .
Tapi kekufuran telah memakan diriku sampai habis , aku mengetahui kesalahan namun enggan untuk beranjak . Aku telah dirantai oleh kemaksiatan dan aku merasa nyaman berada didalamnya.
Hingga suatu saat , Allah memberi peringatan langsung kepadaku .
Kehidupanku berubah , aku tidak merasa nyaman dengan dunia yang sudah aku jalani dari kecil . Aku mencari Rabbku , aku mencari ketenangan bersama agamaku yang mencintai perdamaian . Aku kembali ke fitrahku sebagai muslimah . Aku kembali menegakkan shalat yang telah aku tinggalkan sejak akil baligh . Yaa Rabb , apa yang sudah aku lakukan selama ini ?. Apa arti ilmu agamaku yang selalu aku banggakan setiap nilainya . Aku hanya menguasai materi , aku sama sekali tidak menerapkannya didalam kehidupanku . Aku terbangun dari ekspektasiku tentang indahnya dunia , aku terbangun setelah kenikmatan dunia menjadi bumerang didalam hidupku.
Apa yang harus aku lakukan ?
Menyesal ? Kenapa baru sekarang ?
Tidak . Aku tidak pantas menyalahkan Rabbku atas keterlambatanku untuk mengenal kembali agamaku ini . Setiap kejadian yang aku alami sudah tertulis di Lauhul Mahfudz . Kembalinya aku ke jalan ini adalah bagian dari takdir yang sudah Allah tentukan , dibantu dengan do'a orang-orang baik yang senantiasa menanti perubahanku .
Terimakasih , Alhamdulillah.
Kata-kata apalagi yang pantas aku ucapkan selain kalimat syukur .
Aku berada di jalan ini karena Allah memilihku , karena do'a orang yang menyayangiku dan dengan malu aku katakan , juga karena aku memiliki keinginan untuk berhenti dari segala maksiat yang pernah aku lakukan .
Seperti Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Surah Ar-Ra'd (13:11) yang berbunyi :
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
Aku percaya pada ayat-ayat Allah . Meskipun bagi sebagian orang ini hanya Ayat Al-Qur'an , bagian dari isi kitab suci agama Islam . Tapi bagiku ini adalah perkataan dari Rabbku , yang secara langsung Dia katakan kepadaku . Rabbku menawarkan kebaikan kepadaku , Dia akan merubah nasibku jika aku mau berubah. Lalu apa yang harus kutunggu ? Rajaku sendiri yang mengatakan hal itu kepadaku . Sudah cukup aku menjadi hamba bodoh yang mempertuhankan kesenangan duniawi . Kini aku ingin mendapatkan hal yang lebih dari sekedar dunia.
Iya itu Surga . Tempat terbaik yang diperuntukkan Rabbku bagi hamba-hamba-Nya yang taat dan selalu mensyukuri segala nikmatnya.
#iniceritaku

31 Agustus 2018

Aku sudah merasakan sakitnya ketika berharap lebih pada manusia. Bahkan tanpa tahu malu, aku cemburu pada seseorang yang bukan milikku. Ra...